Tipisnya Dinding Pembatas ‘Butuh’ dan ‘Ingin’

Letterwealth

Kebutuhan dan keinginan. Dua hal yang berbeda namun seringkali memiliki batas yang sangat tipis. Tidak percaya? Oke, begini, semisal minggu lalu Anda baru saja membeli sepasang sepatu high heels hitam karena high heels yang biasa Anda kenakan ke kantor sudah tidak layak pakai.

Lalu hari ini sepulang kantor, mata Anda tertumbuk pada sepasang high heels warna merah merk terkenal dan tentunya mahal, lalu tanpa sadar sepatu cantik tersebut sudah Anda bayar di kasir. Sayangnya, high heels merah ini menyabot budget Anda untuk belanja bulanan yang sudah Anda rencanakan sebelumnya.
High heels hitam adalah kebutuhan, high heels merah yang menurut Anda ‘butuh’ karena bisa dimatchingkan dengan baju merah, sebenarnya adalah keinginan. Membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, memang kadang sulit dan bisa membuat ‘terpeleset’. Akibatnya, apalagi kalau bukan pundi-pundi bocor.

Pundi-pundi yang bocor karena sifat boros, tentunya bisa berakibat besar pasak daripada tiang. Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau digunakan untuk hal lain.

Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Apa bedanya?

Letterwealth

Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi bisa dikatakan, kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Bukan berarti juga keingingan selalu dipatahkan, memenuhi keinginan sah-sah saja selama tidak mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.

Satu hal penting yang juga tidak boleh luput adalah kebutuhan tidak selalu pasti datang sekarang, kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan masih menjadi satu rentetan panjang. Sedangkan keinginan tidak akan pernah ada batasnya, sekarang atau akan datang.

>Di dapat
Di sini Kedip-kedipin

Letterwealth

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Tipisnya Dinding Pembatas ‘Butuh’ dan ‘Ingin’"

Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver